Si Delima Merah, Buah Eksotis Berkhasiat Obat

•Januari 10, 2009 • 1 Komentar

Buahnya cantik, khasiatnya banyak. Tetapi, awas! Si delima merah yang menggiurkan ini juga menyimpan racun yang berbahaya.Buah delima tidak mudah ditemukan di pasar, khususnya di daerah perkotaan. Bahkan generasi muda sekarang banyak yang tidak mengenalnya. Padahal, tadinya buah ini begitu akrab dengan kehidupan tradisional masyarakat Indonesia. Tengok saja di Jawa, pada setiap acara nujuh bulan (bulan ketujuh kehamilan) delima wajib hadir sebagai pelengkap rujak yang terdiri dari tujuh macam buah-buahan. Pada bait-bait puisi, bibir gadis cantik digambarkan sebagai buah delima yang merekah.

Barangkali orang enggan mengenal dan mengkonsumsi buah delima karena buah ini mengandung biji dan keras pula. Apalagi untuk mendapatkannya cukup sulit. Wajarlah kalau tidak banyak yang mengenalnya.

Sebenarnya delima banyak jenisnya. Kini, di pasar buah dan pasar swalayan Anda bisa mendapatkan buah delima impor yang rasanya lebih oke, tidak lagi asam manis, tetapi benar-benar manis. Penampilannya pun lebih menarik. Bijinya? Tidak lagi menganggu, karena kini ada buah delima tanpa biji! Ada pula yang bijinya lunak dan tidak pahit bila digigit.

Yang Putih, Merah dan Hitam

Tanaman delima yang punya nama ilmiah Punica granatum L. (bahasa inggris pomegranate) ini merupakan tanaman semak yang bisa mencapai tinggi 6 meter. Memiliki batang bercabang banyak serta berduri. Bunganya merah atau putih. Ada juga yang ungu kehitaman. Bunga-bunga ini muncul dari ketiak daun dan berkembang menjadi buah eksotis yang bergelantungan pada cabang-cabang pohon. Bentuk buahnya seperti apel, dengan calyx atau mahkota yang menjadi ciri khasnya. Delima berbunga merah akanmenghasilkan buah delima berdaging merah. Buah dari bunga putih, dagingnya putih; jika bunganya ungu maka daging buahnya pun akan berwarna ungu.

Di dalam buah yang matang tersembunyi ratusan biji putih yang tertutup daging buah yang bening berwarna merah, putih atau ungu sesuai jenisnya. Daging buah inilah yang banyak mengandung air, yang rasanya manis-asam sampai manis-segar. Di Timur Tengah dan India biji buah delima ini sering ditaburkan di atas lauk sebagai garnis (dekorasi makanan) dan untuk pemanis.

Ada tiga jenis delima yang tersebar di Indonesia, yang dikelompokkan berdasarkan warna buahnya. Yaitu, delima putih, delima merah, dan delima hitam. Dari ketiga jenis itu yang paling terkenal adalah delima merah, yang sering ditanam di pekarangan rumah sebagai tanaman hias sekaligus dimakan buahnya. Delima putih paling banyak dimanfaatkan sebagai obat, atau untuk acara-acara seremonial, tetapi jenis ini sulit ditemukan. Apalagi, delima hitam kini menjadi tanaman langka yang tidak banyak diketahui orang. Padahal menurut para ahli, delima hitam lebih baik khasiatnya dibanding delima putih.

Dibawa Dari Persia

Delima merupakan tumbuhan asli Persia dan daerah Himalaya di Selatan India. Menurut cerita, pharaoh Tuthmosis membawanya ke Mesir pada 1500 Sebelum Masehi dari Asia. Dari sini, delima menyebar ke Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika. Konon, tanaman ini bisa sampai ke Indonesia karena dibawa para pedagang dari Persia pada tahun 1416. Selama berabad-abad buah delima dipakai sebagai simbol kesuburan di banyak agama dan kebudayaan.

Sisa-sisa kepercayaan ini antara lain bisa dilihat pada upacara nujuh bulan masyarakat Jawa. Buah delima sebagai lambang kesuburan harus selalu hadir sebagai salah satu bahan rujak. Sedangkan bagi orang Cina, buah delima merupakan salah satu buah wajib dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Mereka percaya bahwa bijinya yang banyak merupakan simbol rejeki yang melimpah.

Sejak jaman dulu, buah ini sudah dikenal orang sebagai obat cacing. Ahli obat bangsa Yunani, Dioscorides, yang hidup pada abad ke-1, memanfaatkannya untuk tujuan ini. Alkaloid dalam kulit buah dan kulit batang pohon delima membuat cacing melepaskan pegangannya pada dinding usus intestin. Tapi khasiat buah deima ini kemudian terlupakan di Eropa selama 1800 tahun! Baru pada abad ke-19 para ahli pengobatan Barat mulai menelitinya kembali. Gara-garanya adalah karena ada orang Inggris yang disembuhkan dari penyakit cacingan setelah diberi ramuan buah delima oleh seorang herbalis India.

Berkhasiat obat

Umumnya orang mengenal delima karena bentuk buahnya yang menarik sehingga sering disajikan di meja untuk dimakan segar, tanpa memperhatikan khasiatnya. Buah yang sudah matang mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan vitamin C (11 mg/100g) dan asam malatnya (malic acid) ternyata lebih tinggi dari apel, pir atau pisang. Asam malat ini berguna untuk memperlancar metabolisme karbohidrat.

Lebih istimewa lagi, hampir semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan untuk pengobatan. Selain buahnya, yang juga banyak diramu sebagai obat adalah bagian kulit buah, kulit batang, dan akar. Kulit buah dan kulit batang delima mengandung 20-30% elligatannin (tanin), triterpenoid, dan 0,5-1% alkaloid yang terdiri dari pelletierine yang sangat toksik atau beracun, methylpelletierine, pseudopelletierine. Juga biji delima, daun dan bunganya telah dimanfaatkan sebagai obat oleh berbagai bangsa dan kebudayaan untuk berbagai keperluan.

Menurut pengobatan herbal tradisional Cina, biji delima mempunyai khasiat antiradang sehingga sebagai obat antiradang dan obat mujarab untuk mengatasi rematik. Bunga delima dipakai untuk mengobati radang selaput lendir pada gusi. Dan bagi mereka yang bermasalah dengan kegemukan (obesitas), bagian tanaman ini bisa dijadikan alternatif untuk mengatasinya. Begitu juga kulit akar yang berkhasiat astringen bisa digunakan untuk mengobati diare, demam berulang, keputihan, dan mengatasi masalah berkeringant banyak. Sakit tenggorokan pun bisa diobati denga berkumur dengan air rebusan kulit akar delima.

Sejak dulu ketenaran delima adalah sebagai obat manjur untuk mengobati berbagai gangguan pencernaan seperti mencret, diare, disentri. Ini disebabkan karena kandungan tanin yang tinggi dan mempunyai khasiat astringen, yaitu menyusutkan selaput lendir usus sehingga pengeluaran cairan diare berkurang. Sementara alkaloid pelletierine pada akarnya sangat membantu mengeluarkan cacing pita dan cacing gelang dari usus.

Manfaat delima sebagai obat tidak didasarkan pada pengalaman para pengobat tradisional. Beberapa penelitian ilmiah telah membuktikan manfaat tanaman ini. Penelitian Dr.Navarro dari Instituto Mexicano del Seguro Social, Meksiko, membuktikan bahwa ekstrak metanol yang terdapat pada kulit delima merupakan senyawa yang ampu melawan bakteri Staphylloccus aureus, Escherichia coli. Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, dan Candida albicans yang menjadi biang kerok diare. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa senyawa tanin yang terkandung dalam akar delima mampu menghalangi entamoeba histolytica, penyebab disentri amuba. Sedangkan senyawa yang diketahui ampuh melawan cacing pita tidak hanya tanin, tetapi juga dua senyawa alkaloida piperidina yang terdapat pada kulit batang delima, yaitu pelletierine dan pseudopelletierine.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa tanin yang terkandung pada tanaman delima tidak hanyak aktif sebagai antibakteri saja, tetapi juga aktif melawan virus, antara lain virus penyebab penyakit cacar. Penelitian terbaru melaporkan bahwa delima dapat digunakan sebagai obat anti diabetes mellitus atau kencing manis. Jus delima yang telah difermentasi dan minyak yang diambil dari biji delima juga diketahui aktif sebagai antioksidan dan setara dengan teh hijau.

Sumber: Majalah Nirmala

 

Iklan

Lemak Dalam Makanan

•Januari 10, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

KAJIAN Journal Epidemiologi (Mei, 1992) menunjukkan individu yang tinggi kandungan vitamin C dalam darah hidup enam tahun lebih lama
berbanding mereka yang
sebaliknya. Kandungan vitamin C dalam pemakanan harian rakyat Malaysia sangat rendah. Sebagai contoh, sepinggan mi goreng dan nasi
lemak hanya membekalkan
1.7mg dan 0.9mg vitamin C.

Vitamin C juga dikenali sebagai asid askorbik, ialah sejenis vitamin larut air. Ia adalah nutrien yang penting kerana badan tidak
dapat menghasilkannya.
Ini disebabkan manusia tidak memiliki enzim L-gulano gamma lakton oksida, yang menukarkan glukosa kepada asid askorbik.

Sebenarnya, ketidakupayaan manusia menukarkan gula kepada vitamin C meningkatkan kecenderungan jangkitan penyakit diabetes jenis II
kerana gula yang berlebihan
dalam darah tidak dapat ditukar kepada vitamin C dan sebaliknya dikumpul dalam darah. Kebanyakan haiwan dan tumbuhan terutama alga
dapat menghasilkan vitamin
C.

Vitamin C adalah vitamin yang paling tidak stabil, keberkesanannya akan berkurang melalui pendedahan matahari, haba dan udara. Oleh
itu, kita selalu dinasihatkan
supaya makan makanan yang kaya dengan vitamin C sebaik saja dipotong.

Kira-kira 90 peratus vitamin C dalam pemakanan harian datang daripada buah-buahan dan sayur-sayuran, termasuklah brokoli, strawberi,
oren, cili benggala,
kubis, tembikai susu, lobak merah, bayam dan jambu batu.

Fungsi utama vitamin C ialah menjaga kolagen, sejenis protein yang diperlukan untuk membentuk tisu penghubung dalam kulit, ligamen
dan tulang. Ia penting
untuk membentuk gigi dan gusi yang sihat, membantu penyerapan zat besi, menggalakkan penyembuhan luka dan membantu sistem keimunan
tubuh.

Vitamin C juga dikenali sebagai ‘vitamin stres’, kerana ia cepat habis digunakan apabila seseorang dalam situasi tertekan. Vitamin C
adalah antioksida
larut air yang membantu meneutralkan radikal bebas dalam badan.

Vitamin C melindungi molekul penting dalam badan seperti protein, lipid (lemak), karbohidrat, DNA dan RNA daripada kerosakan radikal
bebas akibat daripada
pendedahan kepada toksin dan bahan pencemar.

Golongan yang sering mengalami kekurangan vitamin C termasuklah perokok, mengambil alkohol secara berlebihan, cirit-birit, demam,
jangkitan berpanjangan,
tiroid terlalu aktif (hipertiroid), ulser perut, tuberkulosis (TB), bayi yang mengambil susu formula serta mereka yang menjalani
pembedahan.

Stres dan nikotin dalam rokok meningkatkan keperluan tubuh terhadap vitamin C. Mereka memerlukan sekurang-kurangnya 2,000mg vitamin
C setiap hari.

Tanda kekurangan vitamin C termasuklah gusi berdarah, enamel gigi yang lemah, mudah lebam, sakit sendi, anemia dan penembuhan luka
yang lambat.

Vitamin C adalah tidak stabil dan senang disingkirkan daripada badan. Oleh itu, badan mungkin tidak dapat menyerapkan semua vitamin
C yang diambil walaupun
dos pengambilan adalah tinggi.

Pemilihan vitamin C yang bersesuaian adalah penting untuk memastikan makanan tambahan yang diambil betul-betul dapat memanfaatkan
kesihatan. Pelbagai jenis
vitamin C di pasaran mungkin merunsingkan anda. Yang mana satukah yang paling berkesan?

TIP: Pengambilan vitamin C

Pilih makanan tambahan vitamin C yang berkepekatan tinggi

Kajian menunjukkan pengambilan makanan tambahan vitamin sebanyak 1g atau lebih setiap hari dapat meringan gejala selsema dan demam
dan memendekkan tempoh
penyembuhan.

Pilih makanan tambahan vitamin C yang membekalkan vitamin secara berterusan (sustain release)

Makanan tambahan vitamin C yang dihasilkan melalui teknologi sustain release dapat membekalkan vitamin C pada dos yang tertentu
dalam sesuatu tempoh masa
supaya semua nutrien yang diambil dapat diserap oleh sel.

Kamandrah , Tanaman Obat Multiguna

•Januari 10, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kamandrah, begitu masyarakat Kalimantan Tengah menyebut tanaman yang berdaun hati mirip sirih, berbiji sebesar mahkota dewa ini. Masing-masing wilayah Indonesia mengenal kamandrah dengan nama-nama berbeda. Masyarakat Sumatera Barat menyebut Simakian, cekaren (Jawa), reoengkok (Sumatera Utara), semoeki(Ternate), Kowe (Tidore).

“Biji kamandrah (Croton tigliun L) mengandung stearin, palmitin, olein dan berbagai macam senyawa lemak. Kandungan minyak croton yang terdapat dalam bijinya sekitar 53-56 persen,” ungkap Mahasiswa S3 Program Studi Teknologi Industri Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Saputera dalam ujian terbuka disertasinya ‘ Karakteristik Biji Kamandrah dan Pengembangan Teknologi Proses Ekstrak Terstandar Sebagai Bahan Laksatif Senin (4/2) di Kampus IPB Darmaga.

Kamandrah merupakan tanaman multiguna. Akar tanaman kamandrah berkhasiat sebagai obat demam dan daunnya untuk urus-urus. Sebagai obat urus-urus, dipakai sekitar 10 gram daun kamandrah, dicuci dan disaring dengan satu gelas air matang. Hasil saringannya diminum sekaligus. Irisan bijinya seberat 1-2 gram dapat digunakan sebagai obat pencahar. Untuk mengobati perut kembung, biji kamandrah dibakar dan digiling, dibalur pada bagian perut. Daun tanaman ini juga bermanfaat sebagai obat penurun panas. Kamandrah dihancurkan memakai air, kemudian dibalur keseluruh tubuh.

Menurut Dictionary of Natural Products, tanaman kamandrah mengandung beberapa senyawa bahan aktif yang digunakan dalam fitofarmaka: minyak croton, sapium, crotonosida.2- hidroxiadenosin, isolate aglikon kamandrah. Minyak croton dan sapium digunakan sebagai obat tumor.

Tujuan penelitian Saputera untuk mendapatkan senyawa aktif dalam ekstrak biji kamandrah sebagai bahan laksatif, dosis tepatnya, dan menghasilkan teknologi proses yang sesuai kelayakan finansial. Laksatif adalah makanan atau obat-obatan yang diminum untuk membantu mengatasi sembelit dengan membuat kotoran bergerak dengan mudah di usus. Dalam operasi pembedahan, obat ini juga diberikan kepada pasien untuk membersihkan usus sebelum operasi dilakukan.

Dari hasil penelitian, Saputera memprediksi senyawa aktif laksatif dalam kamandrah adalah tetradecanoic acid yang sinonim dengan myristic acid. ” Dosis efektif biji kamandrah sebagai bahan laksatif yang dilakukan pada hewan uji mencit yaitu 0.06 mililiter per 30 gram berat badan mencit (5,35 gram per kilogram berat badan mencit),” kata Saputera.

Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UNPAR) ini merancang produk akhir ekstrak terstandar dan merekomendasikan berbentuk kapsul berdosis 11.08 miligram per kilogram berat badan (9.86 miligram per kilogram berat badan). Penelitian Saputera dibawah komisi pembimbing yang terdiri dari: Prof. Djumali Mangunwidjaja, Dr.Sapta Raharja, Leonardus B.Kardono, PhD, dan Dr.Dyah Iswantini.(ris)

Halo dunia!

•Januari 10, 2009 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!